Isu Minyak Sawit 2017

Isu Minyak Sawit 2017

Kebijakan mandatori biodiesel (pencampuran bio diesel berbahan baku minyak sawit dalam bahan bakar minyak) yang dijalankan pemerintah sangat berpengaruh terhadap serapan minyak sawit. “Tahun ini kebijakan paket B20 (20% biodiesel) sudah berjalan. Target penyerapan biodiesel dari Januari-Oktober sebesar 2,1 juta kiloliter (KL) dan realisasinya sebesar 2,15 juta KL. Semoga tahun depan bisa B30,” harap Tungkot. Menurutnya, mandatori biodiesel ini sangat penting supaya Indonesia tidak ketergantungan pasar luar negeri.

Namun, kebijakan itu masih setengah hati. Alasannya, “Kebijakan mandatori itu berdasarkan PSO (Public Service Obligation) atau solar yang disubsidi pemerintah. Jadi hanya sekitar 50% solar secara nasional.” Padahal, kalau berdasarkan total konsumsi, penyerapan minyak sawit untuk biodiesel bisa dua kali lipat. Dikaitkan dengan isu lingkungan, pemanfaatan CPO bisa menguntungkan Indonesia. “Kalau pemerintah berkomitmen menurunkan emisi rumah kaca, seharusnya serapannya diperbanyak,” saran asisten khusus Menteri Pertanian bidang Pembangunan Agribisnis periode 2000-2004 ini. Kalau itu dilakukan, maka akan tercipta pasar sawit di dalam negeri sekitar 7,4 juta8 juta ton tiap tahun untuk biodiesel.

Isu Minyak Sawit 2017

Menurut Tungkot, masih ada isu-isu penting tentang minyak sawit yang akan muncul tahun ini. Yang pertama, hambatan perdagangan minyak sawit ke negara tujuan ekspor. Ini karena persaingan minyak nabati global. Kemudian, kampanye negatif tentang sawit di berbagai negara dengan menggunakan isu lingkungan, sosial, dan kesehatan juga masih akan terus terjadi. “Selama sawit belum berbuah di Eropa dan Amerika, sawit akan terus jadi sasaran tembak,” tandasnya. Masalah lainnya, dalam dua tahun terakhir ini proses peremajaan sawit di perkebunan rakyat perlu dipercepat.

Pasalnya, 42% sawit rakyat ditanam pada 1980-1990an. Selain itu, Tungkot juga menggarisbawahi ancaman yang datang dari pemerintah sendiri yang berupa kebijakan moratorium. Ia berpendapat, moratorium lahan sawit terlalu tendensius untuk menyerang sawit. “Kita masih ada hutan 89 juta ha dengan sisa 47%. Amerika Serikat luas hutannya hanya 29%, secara total dunia 23%. Nah kita mau pertahankan berapa? Undangundangnya 30%, tapi pemerintah belum menetapkan,” katanya. Jadi, masih ada 40 juta ha lagi yang bisa dikembangkan untuk pangan jika memang akan ditetapkan menjadi 30%.